THE MIGHTY GARUDA

THE MIGHTY GARUDA:
SENANDUNG ASMARA RAMMA XINTA

Genre : Drama remaja
Media : TV/Film
Durasi : 90 menit

Ide dan alur cerita oleh Danang Hernowo

• Vrengki, 21 tahun, adalah seorang mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Syahibul Hikayat di Kota Lembah Cinta, yang terobsesi membentuk grup band punk-rock. Ia merupakan penggemar berat dari grup musik legendaris, THE RAMONES. Vrengki bersahabat dengan Ramma, 26 tahun, dosen muda di kampus Vrengki. Ramma yang hobi clubbing (dugem) ini adalah penggemar berat lagu-lagu disco 80-an (club-eighties)
• Ramma awalnya tidak sepaham dengan aliran musik Vrengki yang punk tersebut. Apalagi Vrengki tergabung dalam “Geng Motor KORPRI” alias Korps Punker Remaja Idola. Akhirnya mereka berdua taruhan bermain kartu “capsah banting” bersama teman-teman mereka. Pihak yang kalah harus menerima aliran musik yang akan mereka usung pada saat mereka membentuk grup band. Ramma kalah taruhan, karena dia tidak begitu jago main kartu capsah. Karena itu Ramma diharuskan ‘menerima’ aliran musik punk yang disukai Vrengki. Namun Ramma menolak untuk mempelajari aliran musik ini. Sampai pada akhirnya Ramma bertemu dengan Xinta, 19 tahun, adik Vrengki. Xinta yang cantik mempesona ini ternyata pecandu musik punk sejati, yang memang karena pengaruh dari Vrengki, abangnya. Bukan hanya penggila punk, Xinta yang berbibir seksi ini ini ternyata piawai memainkan gitar bass.
• Singkat kata, Ramma jatuh cintrong sama Xinta (horny juga sih…), lalu berusaha meraih cinta adik Vrengki tersebut. Xinta suka sama Ramma, walau sebenarnya rupa Ramma tidak ganteng tapi bodi dia punya sangat atletis dengan dengan perut rata ala six-packs. Tapi wajarlah sebagai cewek berprestise tinggi, Xinta berlaku sedikit jual mahal dan anti free-sex.
• Akhirnya demi sang bidadari, Ramma memborong kaset-kaset punk-rock juga irama underground, guna mempelajari genre musik ini. Sering pula ia membuka situs-situs internet terkait aliran irama musik tersebut. Tujuannya tak lain dan tak bukan untuk terus memikat (kalau perlu ‘menyikat’) hati Xinta. Dan berlaku seolah-olah Ramma juga antusias dengan musik punk.
• Walaupun sulit masuk ke selera irama punk, Ramma memaksakan diri untuk mencoba mengapresiasikan yang rada urakan ini. Ramma mengalami ‘jatuh cinta yang kedua’, bukan kepada cewek tapi kepada musik punk. Cinta mulai tumbuh, tatkala sering mendengar.
• Akhirnya beberapa lama kemudian Ramma mengajak Vrengki untuk membentuk grup musik punk. Masalah modal peralatan, no problemo, Ramma cukup kaya dengan merelakan menjual Mercy Tiger’85 warisan almarhum ayahandanya. Sekarang naik Honda Tiger pun sudah cukup gagah, demikian pikir Ramma. Mereka memberi nama grup punk mereka : THE MIGHTY GARUDA. Filosofisnya ternyata sangat luhur, bahwa burung garuda itu hewan yang gagah, simbol perjuangan. Bahwa musik punk bukan identik dengan urakan dan berandalan, walaupun ‘punk’ sendiri itu arti kamusnya adalah : berandalan. Namun ‘punk’ yang mereka impikan adalah punk yang gagah, bersemangat, dan berjuang dengan motivasi prima ala tahun empat lima. Personilnya ada 4 (empat) orang, yaitu : Vrengki (lead-guitar), Xinta (bass), Ramma (drum), dan Antoc (vokal). Mereka terus berlatih dan berlatih selama hampir berbulan-bulan, dan berniat membuat album perdana.
• Upaya menggarap album perdana tidaklah semudah membalik telapak kaki, banyak sekali rintangan terutama dalam menciptakan lagu-lagu untuk band. Mereka takut dihujat dan dikutuk masyarakat musik punk jika nekad mencipta lagu yang mirip lagu-lagu grup musik Peterpan, Radja, KangenBand, Letto, Samsons, Matta, Nidji, dan para pencundang sejenisnya. “Lebih baik mencontek konsep musik Soneta-nya Bang Haji Rhoma Irama sekalian, daripada mengekor grup-grup tersebut tersebut diatas!”, demikian ancam seorang Kepala Mafia Musik Punk, Don Culasky. Bahkan ada surat kaleng dari peneror gelap kepada mereka begini bunyinya : “BIKINLAH MUSIK PUNK YANG BAGUS, KALO TIDAK, K**T*L KALIAN AKAN KAMI POTONG!” Uniknya surat ini dikirim oleh seekor merpati pos. Langsung merpati mereka tangkap dan diinterogasi. Belum sempat ditanya tentang siapa sang pengirim surat ancaman tersebut, tanpa terduga sang merpati langsung menelan pil racun sianida hingga mati dalam hitungan detik. Gone in five seconds.
• Mereka berpikir untuk mengambil tema-tema lagu yang unik dan bukan tema beraroma pemberontakan-antikemapanan gaya anak muda. Tidak juga bertema kritik-sosial seperti yang banyak diusung oleh sebagian besar grup musik punk. Hingga pada suatu hari, Antoc, sang vokalis, bertemu dengan seorang purnawirawan tentara, Oom Bambang namanya. Dengan modal relasi bisnis yang banyak, Oom Bambang menawarkan diri sebagai promotor sekaligus manajer bagi The Mighty Garuda (TMG). Karena seorang mantan militer yang tangguh dan sukses, Oom Bambang mengaplikasikan pola kedisiplinan tinggi pada grup band ini. “Dimana-mana orang kalo mau sukses ya harus disiplin, harus komitmen tinggi dan fokus pada target,” nasehat Oom Bambang pada mereka semua.
• Awalnya dirasakan berat sebab para personil TMG ini biasa hidup ugal-ugalan, tidak teratur, kecuali Ramma yang seorang dosen teladan gemar membaca. Antoc yang doyan nenggak Johnny Walker dkk., akhirnya mau mengganti minuman beralkohol itu dengan jus stroberi. Xinta yang gila belanja alias shopping-addict akhirnya dipaksa untuk menabung sampai linglung. Segala kartu kredit, kartu debet, dan kartu-kartu sejenis harus masukkan dalam “peti es” yang waktunya entah sampai kapan. Yang terakhir, si Vrengki, harus pensiun dini sebagai ‘Satria Berkartu Remi’ alias Knight of Gambler. Benar kata Bang Haji Rhoma, judi membuat orang lupa diri… jreng..jreng…jreenggg….toooeetttt…enk…ink…eennnkkk…
• Terinspirasi dengan semangat kebangsaan dan patriotisme, Vrengki mengusulkan supaya TMG band mengusung lagu-lagu patriotik nasional yang diaransemen ulang dengan irama musik punk! “Gile aje lu! Sapa juga seh yang mao beli kaset ama CD kita?! Masak lagu Garuda Pancasila iramanya punk.. ?! cetus Antoc sambil melotot ke arah Vrengki. Namun sebagai orang yang berjiwa demokratis, usulan rada nyleneh tersebut disambut positif oleh Oom Bambang. « Sudah saatnya kita membuat terobosan kreatif. Justru saya melihat bakal ada pangsa pasar tertentu yang bisa menerima dan membeli karya mereka. Kitalah yang musti menciptakan dan membentuk pasar, jiwa enterpreneur saya pasti akan menemukan jalan. Doakan saya… ! » tukas Oom Bambang tersenyum lebar sambil menggacungkan dua jari seraya membentuk huruf V.
• Akhirul hikayat, Grup TMG sukses besar. Albumnya sukses berat dan meraih triple-platium. Rekening bank mereka dihantam gelombang tsunami rupiah dan dolar AS alias kaya-raya (filthy-rich). Antoc sang vokalis menghibahkan sebagian hartanya untuk membantu biaya sekolah anak-anak keluarga korban gusuran. Dalam buku autobiografinya, Antoc menulis : “Walaupun mereka korban gusuran tapi mereka bukan pecundang, mereka adalah orang-orang yang menang. Justru para penggusur mereka adalah pecundang, the big losers, orang-orang yang kalah. Para penggusur telah dikalahkan oleh nafsu syahwat kekuasaan duniawi dengan kedok hukum dan ketertiban umum. Sabarlah saudaraku, wahai kaum tergusur, ada saatnya nanti Sang Adil muncul….”
• Ramma bakal jadi menikahi Xinta. Yang terpenting skripsi Vrengki akhirnya rampung juga. Tertulis pada cover skripsi Vrengki, judulnya :
“Pengaruh musik punk-rock dalam tatanan politik global khususnya perlombaan senjata antara Blok Barat versus Blok Timur pada dasawarsa 1980-an, dengan studi kasus pengaruh The Ramones dalam kritiknya terhadap kebijakan politi luar negeri Amerika Serikat era Presiden Ronald Reagen.”
• Selesai.

Last update : Cirebon, 14 Februari 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s