INDIE SI GESIT GENIT

INDIE SI GESIT GENIT
‘sebuah drama khas office-metropolis yang menyorot lika-liku wanita karir
yang enerjik dan cerdik

copyright Parama Ista 2002

Konsep Kreatif : Rofano Lubis/Ofan dan Danang Hernowo

Konsep Singkat

Komedi situasi ini merupakan adaptasi dari serial cerita pendek karya Yatie Asfan Lubis (ibunda
Ofan) Judul aslinya “Dewi, Si Gesit Genit”. Cerpen tersebut pernah muncul beberapa lama di
Majalah “Dewi” pada tahun 1986. Kisahnya menceritakan kehidupan seorang wanita karir
yang bekerja sebagai sekretaris-eksekutif muda, masih single. Si tokoh kita ini sangat disenangi
baik oleh Boss company maupun para mitra kerja sekantornya.

Penyajian cerita ini dikemas dalam bentuk komedi situasi yang disesuaikan dengan wanita karir
masa millenium ini. Temanya lama, kemasan baru, gaya bertutur juga fresh dengan gaya
bahasa metropolitan LLGG alias Lu-Lu-Gue-Gue. Digambarkan bagaimana kisah suka duka
dan godaan dalam menuju jenjang karir sukses di kantoran.

Durasi dan Format Media
25 menit per episode, Video Betacam

Target pemirsa :
Wanita, 21-40 tahun, kelas sosial : B & C, jam tayang ideal antara jam 13.00-13.30 WIB

Tokoh-tokoh pada Drama ini

INDIE (main character)
Sekretaris putih manis yang gesit, genit, ceria, supel, dan hardworking, 46kg/151 cm, bisa berbicara
7 bahasa asing : Inggris, Mandarin, Jepang, Perancis, Spanyol, Italy dan Jerman.
PAK DODI
Boss Indie, 53 tahun, Pakdenya Aris, baik, kebapaan, anti-selingkuh, doyan becanda, penampilan sederhana
ARIS
Pebisnis muda di bidang IT yang mulai menanjak karirnya, tidak terlalu cakep, perut rada buncit
67kgs/169 cm
YANI
Si jangkung seksi, 176 cm, seorang marketing executive handal, dengan motto ala sniper
‘one shot, one kill’, penakluk para lelaki kaya, agak arogan, namun jika sudah akrab sangat loyal ke teman.
CATHERINE
Staf admin, rekan curhat Indie yang cantik menawan, namun agak paranoid, dan takut ketinggian
ROBBY
Perancang busana tingkat nasional, kondang, menyenangkan, pernah kuliah di Milan-Italy, agak feminim
tapi bukan waria, penampilan berkelas dan metroseksual abis.
MUGIYONO
Asal dari Solo, agak gagap teknologi, paling top ngertinya cuma fotokopi dan donlot internet lagu-lagu
MP3 dangdut-campursari. Baik, super rajin, rendah hati dan penyabar.

— SAMPLE, NOT FOR SALE —

SCRIPT EPISODE I
Ide : Rofano Lubis
Script : Danang Hernowo

SEKRETARIS OVERDOSIS

BABAK I
Suasana di lobi gedung perkantoran pagi hari tampak mulai sibuk. Banyak orang lalu-lalang,
sliwar-sliwer kayak metromini. Sementara itu…INDIE lagi siap-siap menuju kantornya, “The Maestro”
yang letaknya di lantai 25. Meskipun bukan pertama kalinya bekerja, INDIE merasa de-degan, nervous.
Sampe-sampe dia minta supaya Aris, pacarnya, ikutan nganterin dia ke kantor.
The opening dialogue dimulai…

(INDIE) Aduh duuhh..Mas Aris….kenapa ya…gue koq ngerasa deg-degan neh?
(ARIS) Emang kenapa, Ndie?
(INDIE) Ngga tau neh…pokoknya hati gue dag-dig-dug ngga jelas deh. Padahal Pak Dodi, si Boss tuch
orangnya baek plus kebapaan. Tapi, gue kuatir neh ama temen-temen gue di kantor ntar. Jangan-jangan…
(ARIS) Jangan-jangan apa…#nyanyi dangdut#…’jangan-jangan samakan dia dengan yang lain…’
(INDIE) Iiiih, jijay bajay bombay deh lu, Mas…pagi-pagi udah ndangdutan. Norak Obama itu namanya.
(ARIS) Hussh itu Barack Obama…capres Amrik dari kubu Demokrat.
(INDIE) Oh iya, kenapa juga dari nervous bisa lari ke plesetan politik?
(ARIS) Biar rilex, calm down my baby, my honey, my sugar, my candy girl…muaccch #seraya mengecup
kening Indie# Santai…santai.. Pak Dodi itu orangnya baik kok. Gue jamin…
(INDIE) Ach, kayak udah kenal aja lu, Mas. Masak seh?
(ARIS) Ya, udah sekarang mending, lu tarik napas panjang biar biar tenang…
(INDIE) Okehh..okeh…tarik napas panjang! #dada membusung, hidung kembang kempis# Hembuuus kan..
bus…bus…bus….bus….buuuuuss…
(ARIS) Udahlah…. positip tingking aja deh…hope for the best. Tenang, ngga bakal ada apa-apa.
(INDIE) Weleeh weleeh untungnya gue punya cowok yang perhatian en baek kayak elu, Mas.
(ARIS) Ah sudahlah, ngga usah terlalu memuji, kayak lu ngga tau aja kalo gue orangnya gampang GR…
(INDIE) Yeeeiiii…maunya tuch, pasti lagi mupeng lu ye, lumayan sekarang usah mendingan, gak gitu
nervous. Apa jangan-jangan elu belajar kekuatan hipnotis kayak Romi Rapael gitu?
(ARIS) Apa hubungannya ama hipnotis, wah nervous ilang, malah ganti tulalit deh. Bukan karena hipnotis,
tapi karena kekuatan misterius…ya kekuatan misterius yang menyentuh hatimu, oh adindaku #ekspresi ngegombal#
(INDIE) Apaaaaan tuch? Cieeeh, kekuatan misterius kayak tenaga dalem aja…
(ARIS) Kekuatan itu adalah CINTA…!
(INDIE) Cinta…?!? #mengernyitkan dahi# Hare gene masih ada cinta? Cinta yang mane neh?
Cintaa Laura…#aksen gaya bule# atau Cinta pacarnya Rangga?
(ARIS) Busyet masih suka nonton AADC, pelem jadul banget tuchh…
(INDIE) Yang penting si Rangga itu uiih cute banget, cup…cup…cup…muaach.
(ARIS) Rangga itu sebetulnya ngga keren-keren amat, tattoo-nya aja kalah ama si Tora.
(INDIE) Tetap aja, biar tattoonya dikit tapi kan unik, yang kiri tato gambar ulekan sambel yang kanan tato rantang.
(ARIS) Gile lu, tato rantang? Emang lu pikir emaknya tukang catering…

Tiba-tiba Aris tersenyum menyapa seseorang yang ada di belakang Indie

(INDIE) Senyum ama sapa, Mas?

Aris menunjuk dengan dagunya ke arah belakang.

(PAK DODI) ehemm eheemm #batuk berdehem dibuat-dibuat#

Indie menoleh ke belakang

(INDIE) Eh, Pak Dodi…baru dateng, Pak?
(PAK DODI) Iya, lhooo kok you belum naek ke atas. Kan bentar lagi jam ngantor?
(INDIE) E…e…eh…i..i..i…iya, Boss, eh Pak. Bentar lagi saya naek koq.
(PAK DODI) Nah, kamu Aris, koq ada di sini? Bukannya kamu sekarang musti siap-siap ke Singapore?
(ARIS) Iya, Pakde. Jadwal penerbangannya ditunda.
(INDIE) Pakde?
(ARIS) Iya, Pak Dody itu masih family gue, Ndie.
(PAK DODI) Lhooo…emang saya ini Pakdenya Aris. Oh..jadi kalian pacaran thoooo. Mbok ya bilang dong…
(INDIE) Iya neh, Mas Aris ngga cerita-cerita ke saya kalo Pak Dody masih sodaraan ama Masku…
(ARIS) Belom sempet, sori…sori…rencananya juga mau cerita, eh tapi dah keburu ketemuan di sini.
(PAK DODI) Hati-hati Ndie, Aris ini playboy banget lhooo…hhehehehe…pacarnya sering gonta-ganti…
(ARIS) Bo’ong…bo’ong itu…Pakde cuman becanda koq…
(INDIE) Pokoknya kalo yang dibilang Pakdemu itu beneran…nih…#mengepalkan tinju# heheheheee
(PAK DODI) Udah dah, gosipnya diterusin besok-besok lagi. Ayooh kita naek ke tempat kerja.
(ARIS) Oh ya silakan, Pakde…met kerja semuanya.
(INDIE) Udah dulu ya, Mas Aris. Doakan saya… #mengacungkan dua tangan disamping muka membentuk
huruf V dengan gaya khas Jepang#

Suasana beralih ke tempat kerja dimana Indie akan memulai hari pertama kerjanya.
Mari kita lihat apa saja kesibukan tokoh-tokoh kita ini.
KETRIN WELLDONE…oh si cantik ini sedang mengetik dokumen. Sesekali bolak-balik kamus Indonesia-Enggeris.
Maklum doski lagi bikin surat penawaran dalam bahasa Londo, jadi tidak boleh salah grammar alias
tatabahasa dan ejaannya.
Di sudut lain ruangan, ada ROBBY ANGGORO, sang perancang busana, sedang mendandani
manekin alias boneka pajang. ROBBY dibantu oleh YANI GOVINDANIYE, si seksi berdarah Hindustani.
Maklum jumlah manekinnya bukan cuma satu biji, ada dua puluh biji berjejer rapi.
Sementara itu MUGIYONO/YONO, the office boy, sedang menfotokopi dokumen-dokumen pesanan Pak Dodi.
Demikian sekilas laporan pandangan mata yang dapat kami sampaikan, kita kembali ke Bung Sambas.
Silahkan Bung…

(ROBBY) Uuuh, gue nyerah…nyerah…sebel..Hihhhh…Gue lagi stack neh, kaen macem apa yang bisa
bikin rancangan ini jadi lebih heiiiboh….I want to make it gorgeous! Marvelous…Superb… Kenapa juga
belum ada yang macthing ya bo.
(YANI) Coba neh, pake yang satin
(ROBBY) Ooouch, satin, yups I like it… yeah baby Satin is so smooooooth. Begitu lembut, begitu halus
serasa dibelai sang pengantin #Robby merangkul pinggang boneka pajang yang berpakaian pengantin
wanita#
(YANI) Penganten yang mana neh, laki atawa perempuan?
(ROBBY) Apa aja deh… mo laki atawa perempuan, no problemo de la capuccino, yang penting
kasih sayang….
(YONO) Mas Rob, kalo yang berondong imut kayak aku apa pantas dapet tatih tayang #aksen balita#
(ROBBY) Ahhh, nyaut aje lu. Tuch fotokopian masih seabreg-abreg, bentar lagi ditanyain Pak Dodi…
(YONO) Ya, jangan gampang kesinggungan gitu dooong, Om Rob…
(YANI) Heeh, nih Bang Robby, dari kemaren bawaannya spaneng kenceng mulu…Bener kata si Yono,
jangan gampang kesinggungan, kayak babu aja gampang kesinggung…
(ROBBY) Noooh… dia tuch babu. #seraya unjuk ke YONO#
(YONO) Sabar..sabar…sabar ya, Yon. #tersenyum sambil mengelus dada, dan sembari menyedot rokok kreteknya#

Kreeek…pintu terbuka. INDIE dan PAK DODI masuk ruangan.

(PAK DODI) Ehemm selamat pagi semuanya… ayoo kalo kerja jangan sambil nggosip
(ROBBY) Eh, si Boss, How are today, Sir?
(PAK DODI) Alhamdulilah fine, and thank you. Oh, iya. Ini rekan baru kalian, INDIE namanya.

Indie berdiri dengan agak salah tingkah, mimik muka agak dibuat ceria, senyum mengembang selebar bibir kuda,
gigi meringis untungnya sudah sikatan.

(INDIE) Selamat pagi, semua kenalin ya, gue INDIE, sekretaris baru…

YANI, si jangkung menawan ini, maju ngedektin Indie. Bodi Yani yang setinggi 176 cm itu
terasa njegleg alias terjadi kesenjangan tinggi dengan Indie yang lebih mungil kisaran antara
150-151 cm tersebut. Dengan nama agak sinis YANI menyapa INDIE

(YANI) Well..welll ini thoooo rupanya sekretaris baru PAK DODI…
Lucu…imut…dan short-body ya… Gue YANI lengkapnya YANI GOVINDANIYE
ujung tombak kantor ini #dengan agak arogan mengulurkan tangan bersalaman dengan INDIE#
(INDIE) It’s alright, thanks God I’m short. Nice to meet you, Mbak Yani.
(YANI) Uppss, baby..baby…don’t you ever call me ‘Mbak’, emangnya gue dari Solo apa?
panggil gue MISS YANI. Lebih pas ekspresi dan kelasnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s